Rabu, 26 September 2007

Transkrip Dialog SBY Dengan Nelayan Labuanbajo

Provinsi NTT, Rabu, 14 Maret 2007
TRANSKIPSI DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DENGAN PARA PETANI, PETERNAK DAN NELAYAN SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PADA ACARA PERTEMUAN DENGAN PARA PETANI, PETERNAK DAN NELAYAN SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR


Sdr. Geraldo Sahas, Mantan Prajurit Polri
Yang terhomat Bapak Presiden dan Ibu Negara yang kami hormati, Bapak-bapak Menteri, Bapak Gubernur dan seluruh pejabat yang ada berada di depan kami. Sebelum saya menyampaikan beberapa menyangkut kami petani dan nelayan, perlu saya perkenalkan diri ke hadapan Bapak Presiden dan Ibu. Nama Geraldo Sahas, mantan Prajurit Polri. Di desa saya dipercayakan sebagai Ketua Kelompok Tani Gandum Raya di Desa Ranaka, Kecamatan Manggarai. Di tingkat kecamatan saya dipercayakan sebagai Ketua KTNA Kecamatan dari Kabupaten Manggarai. Di tingkat Kabupaten, saya dipercayakan oleh Bupati Manggarai sebagai Wakil Ketua KTNA Kabupaten Manggarai, sekaligus anggota komisi penyuluhan pertanian.

Ijinkanlah saya menyampaikan beberapa hal kepada yang terhormat Bapak Presiden.
Pertama, secara jujur kami menyampaikan kehadapan Bapak, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak, karena dua tahun terakhir dengan adanya bantuan tunai secara langsung kepada kelompok tani, kami sangat merasakan kegunaanya untuk meningkatkan modal kami, kelompok tani dan nelayan di pedesaan.

Kedua, keprihatinan kami terhadap saudara-saudara kami, kelompok tani dan nelayan yang baru-baru ini menderita terkena bencana dengan ribuan rumah yang menjadi korban dan tidak bisa dihuni lagi. Kemudian air minum bersih, transportasi yang hancur lebur dan tidak bisa dipakai lagi, memungkinkan yang tidak memungkinkan bagi petani kami untuk kelancaran penyaluran pupuk dan pemasaran hasil pertanian kami. Kiranya disaat yang tidak terlalu lama, saudara-saudara kami ini dapat ditolong dan kembali pada kehidupan yang semula, lewat kebijaksanaan Bapak Presiden yang yang terhormat.

Kemudian di lingkungan hidup, secara jujur kami menyampaikan kepada Bapak Presiden. Khususnya untuk Bapak Bupati Manggarai yang baru-baru ini di akhiri tahun 2006 telah membagikan kepada kami 230 ribu anakan berbagai pohon untuk dibagikan kepada petani dan ditanam di lahan rakyat yang kelak akan menjadi milik kami petani dan rakyat seluruhnya, bukan ditanam di lahan negara. Itu yang ketiga.

Kemudian ada hubungan dengan ini, di daerah kami ada beberapa tempat proyek gerhan. Sekarang rakyat suruh siapkan lubang untuk penanaman, tetapi sampai detik ini benih karena ditenderkan secara nasional oleh pemborong-pemborong di luar lokal kami, sehingga kami sampai saat ini masih menunggu benih tersebut. Kenapa tidak diambil kebijaksanaan dalam rangka pemberdayaan kami petani di lapangan. Kami yang membuat penangkaran benih untuk bahan gerhan tersebut, sehingga kami tahu persis jenis pohon apa yang cocok di daerah kami. Itu menyangkut masalah gerhan.

Kemudian yang keempat, masalah kelembagaan yang telah KTNA. Sekarang sudah sampai tingkat pedesaan, masalah KTNA sudah bagus terorganisir. Harapan kami sebagai anak bangsa dan sebagai komponen bangsa, kelak dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu 2009, KTNA perlu diperhitungkan bisa bersanding dengan saudara-saudara kami di parpol, dari parpol di Dewan Perwakilan Rakyat semoga ditingkatkan.

Kemudian yang terakhir Bapak Presiden harapan kami petani dan nelayan, pemimpin-pemimpin bangsa dan negara ini kemudian hari, selama mereka masih berpihak kepada kami, para petani dan nelayan pasti memenangkan pertanian. Sekian dan terima kasih atas kekurangannya saya mohon maaf Bapak Presiden, dan siap menerima perintah dan petunjuk Bapak Presiden.

Sdri. Ernawati Dongkas, KTNA Kabupaten Manggarai
Terima kasih perhatian yang diberikan. Saya nama Ernawati Dongkas, KTNA dari Kabupaten Manggarai. Dengan adanya dana BOS di tingkat SD, SMP dan SMA, semacam saya sebagai anggota KTNA dan sebagai pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) saat ini merasa iri hati juga kenapa tidak diperhatikan BOSnya begitu. Sementara pendidikan anak usia dini itukan penting kita membina mental, iman, kedisiplinan, dan bahasa yang perlu untuk maju ke tingkat dasar.

Saya sebagai pengelola PAUD Ananda Cinta Kasih Purang Cumbi, Desa Cumbi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai sangat mengharapkan keprihatinan Bapak dan bukan hanya dari PAUD dan saya sendiri, tapi PAUD yang ada di semua provinsi mengharapkan BOS begitu. Karena bagaimana kita itu mau membina anak bangsa dan kami siap sebagai KTNA untuk memajukan anak bangsa.

Jadi permintaan kami Bapak Presiden dan Ibu Presiden yang terhormat, agar diperhatikan pendidikan anak usia dini. Mengenai kesehatan, agar desanya memang ini masalah Askin sudah berjalan, tetapi KB kita itu masih bisa, tidak bisa dijangkau oleh rakyat yang tidak bisa mengikuti KB begitu, karena ekonomi kita yang sangat minim begitu. Dengan adanya Program Posyandu, Lansia kita masih mengharapkan dana dari Pemerintah.
Terima kasih.

Sdr. M. Arfan
Assalamu’alaikum warrahmatullahitaala wabarrakatuh,
Bapak Presiden beserta Ibu yang saya hormati, Bapak-bapak Menteri, Bapak Gubernur beserta rombongan yang saya hormati,

Nama saya M. Arfan berasal dari Pulau Boleng, Desa Batu Tiga merupakan salah satu pulau terpencil yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Desa Batu Tiga adalah desa pulau, bermata pencaharian nelayan. Dan nelayan yang ada di pulau ini adalah rata-rata nelayan tradisional dan hidup sebagai rakyat miskin atau prasejahtera.

Permasalahan yang dihadapi di pulau ini dan juga pulau-pulau lain, saya rasa yang ada di Manggarai Barat hampir sama, yakni yang pertama, rata-rata pulau yang ada adalah rawan bencana dan setiap tahun terjadi abrasi. Kemudian yang kedua, pemukiman penduduk, termasuk pemukiman yang kumuh. Rumah tingal warga kurang layak dihuni. Kemudian yang ketiga di pulau-pulau yang ada sekitar ini rata-rata tidak ada MCK, sehingga rata-rata juga penduduk membuang kotoran di sembarang tempat. Yang keempat, pendidikan dan kesehatan. Pada umumnya, di pulau-pulau, guru-guru SD yang ada kurang memadai, demikian juga fasilitas lain, seperti gedung, rumah guru dan lain-lain. Mengenai masalah kesehatan, tidak ada di pulau-pulau Puskesdes sehingga kesehatan penduduk kurang sehat.

Usulan kami melalui kesempatan yang berbahagia ini, yakni yang pertama kami mengucapkan banyak terima kasih pada Bapak Presiden karena Bapak dapat berhadapan langsung dengan kami, sehingga kami dapat menyampaikan aspirasi kami. Permohonan kami untuk pulau-pulau, agar kiranya semua pulau-pulau yang ada kiranya ditanggul sehingga dapat memberi keamanan bagi rakyat nelayan.

Yang kedua, rumah-rumah penduduk kiranya mohon dapat diberi bantuan, sehingga kami bisa dapat merasakan rumah yang layak huni. Kemudian juga guru-guru, agar kiranya setiap pulau-pulau agar kiranya dapat diberikan guru-guru tambahan. Kemudian yang berikut, kami mengusulkan agar di pulau-pulau terpencil didirikan Puskesdes. Kemudian yang paling penting untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para nelayan kami, yaitu kami mohon bantuan berupa alat bantu tangkap nelayan, seperti mesin-mesin, pukat dan lain-lain sebagainya.

Terakhir, kami atas nama rakyat Desa Batu Tiga melalui kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur, Bapak Bupati. Terima kasih, Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

Presiden Republik Indonesia

Saya lebih baik berdiri, bisa lihat semua. Terima kasih dari tiga pembicara saya menangkap kesan dan dapat melakukan penilaian bahwa Saudara semua ingin maju, Saudara ingin kesejahteraannya juga meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu wajib bagi saya untuk merespon semua yang disampaikan tadi, apa yang bisa di lakukan sekarang ini, baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Tingkat Kabupaten atau Kota. Karena sistem pemerintahan yang kita anut sekarang ini adalah sistem desentralisasi dan telah memberlakukan otonomi daerah. Tugas dan kewajibanpun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat baik di bidang pertanian misalnya di bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain, juga dilakukan secara bersama, Pusat, Provinsi, Kabupaten. Anggaran yang kita keluarkan pun, belanja yang kita lakukan pun dari anggaran itu juga di lakukan pembagian, Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

Karena sekarang ini kita sudah menganut desentralisasi viskal ada dana atau anggaran yang kita turunkan ke Provinsi dan ada pula yang kita turunkan ke Kabupaten, Kota. Yang bisa diatasi oleh Kabupaten atau Kota di atasi. Kalau tidak mampu naik satu tingkat, apa yang bisa di lakukan oleh Provinsi. Kalau itupun di luar kemampuan Provinsi, naik ke Pusat, apa yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Cuma Saudara-saudara harus mengetahui bahwa kalau kita bicara bantuan untuk Saudara-saudara kita berarti bantuan untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang disampaikan tadi Saudara-saudara yang ada di Manggarai dan Manggarai Barat ini.

Dengan kejelasan seperti itu saya akan menjawab satu demi satu dan sekali bagaimana kita mengatasi masalah itu dan apa yang bisa kita lakukan. Banyak yang harus kita pecahkan, yang harus kita atasi, yang harus kita tingkatkan tetapi Negara kita sebagai manapun negara–negara lain di dunia tentu memiliki keterbatasan. Oleh karena itu untuk mengatasinya dilakukan secara bertahap. Apa dulu prioritasnya dan tahun depan apa dan demikian seterusnya. Oleh karena itu jangan kecil hati sebagaimana juga Saudara-saudara kita di tempat yang lain di Sumatera, di Kalimantan, di Sulawesi di Jawa, di maluku, di Papua Irian Jaya Barat kalau bantuan itu bertahap itu semata-mata agar seluruh Indonesia, kita bisa melakukan pemberian bantuan secara adil, secara merata. Dengan demikian tidak ada satupun yang di telantarkan kemudian yang satu diberikan bantuan secara berlebihan.

Saudara-saudara dari yang disampaikan oleh dari Saudara Geraldo Sahas tadi saya terima kasih ya KTNA ini telah baik sekali berperan serta dalam pembangunan, banyak sekali berkontribusi peningkatan pembangunan di bidang pertanian dan perikanan. Oleh karena itu teruslah melakukan seperti untuk petani kita, untuk nelayan kita termasuk peternak kita. Kemudian Pemerintah akan terus memberikan bantuan dengan tahapan yang kita tetapkan, sejalan dengan kemampuan keuangan kita, keuangan negara, keuangan Pemerintah. Dengan demikian masalah-masalah yang sulit diatasi secara bertahap dapat kita atasi. Termasuk yang Saudara rasakan, yang di rasakan oleh petani nelayan kita di seluruh Indonesia tahun 2005, 2006, dan tentunya tahun 2007 ini dan tahun-tahun berikutnya lagi.

Tentang kerusakan yang ada di Manggarai itulah saya datang sebelumnya beberapa Menteri telah datang, kita telah memberikan bantuan dan nanti malam dan besok saya akan melihat langsung untuk memastikan apa yang harus kita lakukan, untuk melakukan rehabilitasi, pembangunan kembali atas masyarakat dan daerah yang terken musibah bencana itu. Mana yang bisa di lakukan oleh kabupaten, ya dilakukan. Mana yang Pak Gubernur harus turun, ya Pak Gubernur, tetapi mana yang Pemerintah Pusat harus turun, kita akan turun dan memberikan bantuan. Gerakan menanam pohon penting, gerakan GERHAN itu Gerakan Reboisasi Hutan atau Kehutanan, caranya adalah jangan semua di tender. Yang tendernya harus Pusat agar lebih cepat.

Saudara-saudara mengapa kita mengatur cara-cara pembelian atau pengadaan benih, pupuk, peralatan, kendaraan dan lain-lain. Karena Pemerintah itu ingin tidak ada korupsi, Pemerintah ingin tidak ada penyimpangan, Pemerintah ingin tidak ada harganya cuma 10 juta dimintakan uangnya kepada negara 20 juta. Yang lainnya masuk kantong. Itulah tujuannya mengapa dilakukan sistem lelang umum, lelang atau tender secara terbuka. Tetapi untuk keadaan–keadaan khusus, penanganan bencana, pengadaan barang yang justru lebih hemat, lebih efisien dilakukan di daerah tanpa tender, itu bisa saja dilakukan. Oleh karena itu pengadaan benih yang selama ini dilakukan tender dengan tujuan yang baik dikelola oleh Departemen Pertanian, Pak Menterinya ada di sini. Silahkan dikaji, dipertimbangkan apakah tepat dan bisa dilakukan oleh daerah.

Kalau itu memang efisien dijamin tidak ada korupsi, ya saya kira bisa di lakukan saya persilahkan. Nanti Menteri Pertanian untuk mengkajinya dan silahkan nanti disampaikan kepada Saudara-saudara kita di seluruh tanah air, untuk mensukseskan program GERHAN ini. Kemudian untuk tadi apa namanya dikaitkan dengan pemilihan umum tahun 2009 yang akan datang. Ya saya kira nanti akan ada partai-partai politik. Sekarang juga sudah ada, barangkali akan ada lagi yang mendirikan partai politik. Itu dalam demokrasi di mungkinkan bisa saja mendirikan partai-partai politik. Tetapi ingat bahwa mendirikan partai politik itu tentu harus memiliki persyaratan-persyaratan tertentu, harus bisa menjamin kesinambungan partai politik itu. Betul-betul membawa aspirasi rakyat dan bertujuan untuk mengubah keadaan kearah yang lebih baik.

Silahkan KTNA sendiri, apakah tetap seperti sekarang ini, memberikan bantuan-bantuan kepada para petani, nelayan untuk masa depan yang lebih baik, atau juga nanti menuju ke katakanlah semacam partai politik. Saudara sendiri yang menentukan. Cuma saya sebagai Kepala Negara melihat pengalaman kita 10 tahun terakhir ini sebelum memutuskan sesuatu, termasuk sebelum mendirikan partai politik yang baru, pikirkanlah secara utuh, menyeluruh dengan demikian sekali diambil keputusan membawa kebaikan. Terutama kebaikan untuk rakyat kita. Itu yang saya jawab dari Saudara Geraldo Sahas. Terima kasih semangatnya tinggi, diteruskan semangatnya yang tinggi.

Kemudian Ibu Ernawati, pendidikan merupakan prioritas, mana Ibu tadi ya? Baik sekali, sarannya juga bagus ya. Tahun demi tahun biaya pendidikan di tingkatkan, baik yang ada di Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten dan Kota. Tujuannya sudah saya jelaskan tadi agar anak-anak kita bisa bersekolah, anak-anak kita lebih maju, lebih pandai dibandingkan kita. Dengan demikian harapan kita masa depannya, kesejahteraannya makin baik. Dalam keterbatasan anggaran kita akan terus memberikan atau mengalokasika dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tentu dikaitkan dengan undang-undang yang berlaku dengan sistem yang ada.

Dengan kebijakan yang berlaku. Kalau menurut sistem pendidikan yang disebut pendidikan atau wajib belajar 9 tahun itu adalah SD dan SMP maka kebijakan bantuan termasuk BOS tentu diletakan dalam rangka sistem itu. Saya tahu dan saya setuju kalau pendidikan anak usia dini atau PAUD itu juga penting. Karena belum masuk skim belum masuk kebijakan dalam bantuan operasional sekolah yang kita jalankan sekarang ini.

Saya akan menugasi nanti Menteri Pendidikan Nasional untuk mengkajinya, tapi saya juga minta Pak Gubernur, Pak Bupati untuk juga mengkajinya melihatnya bagaimana yang paling baik untuk memberikan bantuan, menghidupi kegiatan pendidikan anak usia dini itu. Dan seruan saya kepada seluruh pendidik di negeri ini, memang banyak upaya untuk mendirikan sekolah, mendirikan lembaga-lembaga pendidikan di luar sistem yang sudah ada, di luar sekolah-sekolah yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta yang sekarang sudah ada.

Pesan saya, meskipun tujuannya mulia mendidik anak-anak kita, kita meningkatkan pengetahuan dan ilmu mereka, tapi sebelum mendirikan sekolah atau lembaga pendidikan dipertimbangkan betul prasarananya, sarananya, biaya operasionalnya, sehingga dengan demikian apabila sudah didirikan lembaga itu dijamin akan bisa melanjutkan kegiatannya ke depan.

Ini pesan saya tetapi khusus untuk yang di sampaikan oleh Ibu Ernawati tadi, saya minta Saudara Gubernur dan Bupati melihatnya, saya akan tugasi nanti Saudara Mendiknas, bagaimana yang dapat kita lakukan. Tentunya, tentunya sekali lagi karena kita mengelola Pemerintahan Negara ini atas dasar sistem yang ada, tentu kita letakan itu dulu kemudian yang lain-lain kita pikirkan sebagaimana solusinya.

Keluarga Berencana saya terima kasih Ibu telah mengingatkan, Saudara-saudara penduduk kita sekarang ini lebih dari 230 juta. Penduduk yang besar apabila memiliki keunggulan yang tinggi itu juga daya saing yang luar biasa. Penduduk yang besar dengan daya saing yang tinggi dengan penguasaan ilmu dan pengetahuan serta teknologi yang tinggi pula, yang mentalnya baik, yang ulet yang pantang menyerah, yang akhlaknya baik dan lain-lain, itu tentu membawa kemajuan bagi bangsa ini. Tetapi perlu diingat bahwa daya dukung ekonomi, daya dukung sosial, kebutuhan pangan, kebutuhan sandang, kebutuhan rumah, kebutuhan dan lain-lain, itu juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itulah kita mengelola, menata kehidupan keluarga kita, dengan demikian penduduk Indonesia dimanapun di seluruh tanah air ini dapat hidup layak dan dari masa ke masa kesejahteraannya makin tinggi.

Oleh karena itulah Keluarga Berencana tetap kita perlukan dan harapkan kita program keluarga berencana bisa berhasil dengan baik. Kalau ada masalah-masalah ekonomi, bagaimana bisa membantu, pendanaan dari program KB ini, Pemerintah sebenarnya sudah mengalokasikan dana tetapi kita lihat kembali sesuai dengan peningkatan anggaran kita, peningkatan ekonomi kita, peningkatan penerimaan negara kita, kita bisa meningkatkan alokasi anggaran untuk keluarga berencana itu. Saya akan tugasi nanti Menteri Kesehatan dan Kepala BKKBN pusat tentunya juga bersama-sama Gubernur Bupati dan lain-lain memikirkan bagaimana menghidupkan program Keluarga Berencana ini.

Kemudian tadi, Saudara Arfan tadi baik beberapa bulan yang lalu di pulau Natuna yaitu perbatasan dengan Vietnam saya telah merencanakan bersama Bapak Fredi Numberi pembangunan di pulau-pulau terdepan, jadi yang terdepan itulah yang berbatasan dengan negara tetangga, pulau-pulau terluar, pulau-pulau terpencil, pulau-pulau kecil yang seringkali karena jauh, terpencil tidak mendapatkan sentuhan pembangunan yang semestinya.

Sekali lagi sejalan dengan peningkatan ekonomi kita, kemampuan negara kita, kita akan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau itu, terutama bagi saya, kecukupan pangan, kemudian kecukupan energi, bahan bakar, kecukupan air bersih dan tentunya jaminan keamanan.

Yang paling tahu kondisi itu adalah Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu saran yang baik tadi justru saya mintakan Saudara Gubernur, Saudara Bupati untuk segera dirumuskan mana yang harus disarankan kepada Pemerintah Pusat, kepada Presiden silahkan disarankan. Sebab kalau misalnya persoalan memberikan fasilitas MCK ya, saya kira dengan anggaran yang ada, dengan tahapan yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah itu bisa diwujudkan. Itu dalam batas kemampuan anggaran daerah.

Tetapi kalau yang lebih besar lagi, harus disinkronisasikan dengan kegiatan Departemen. Departemen PU, Departemen Kelautan dan Perikanan, maupun Departemen-departemen yang lain. Karena memang yang akan kita bangun ini banyak sekali, Saudara-saudara, di seluruh tanah air ya jalan, ya bendungan, ya dermaga, ya pedesaan, ya semua, yang hendak kita bangun, tetapi tidak mungkin kita bangun seketika, serentak.

Oleh karena itulah kita bikin prioritas, oleh karena itulah kita bikin tahapan, agar semua itu dapat semua bertahap kita perbaiki. Kemudian saya belum punya gambaran silahkan nanti Pak Gubernur, Pak Bupati rumah yang tidak layak huni seperti apa, kondisi kemiskinan seperti apa di situ.

Oleh karena kita memang ingin membantu betul Saudara-saudara kita yang miskin, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan tunai langsung dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk meringankan beban, membantu Saudara-saudara kita itu. Oleh karena itu, sejalan dengan rencana pembangunan kedepan, saya mintakan nanti secara tertulis saja, seperrti apa sih kondisi pulau-pulau terluar itu dan kemudian apa yang bisa dilakukan Kabupaten maupun Provinsi.

Pendidikan juga demikian, kemarin saya baru rapat di Departemen Kesehatan, sebelumnya, satu hari sebelumnya saya rapat di Departemen Pendidikan dengan peningkatan biaya baik pendidikan, kesehatan kita melakukan banyak hal. Menambah jumlah guru misalnya termasuk guru di daerah terpencil, menambah jumlah dokter dan para medis, termasuk dokter di daerah terpencil, menambah dokter spesialis, menambah dosen dan lain-lain, agar mutu mereka makin baik, jumlahnya makin cukup. Kalau kita bisa tingkatkan jumlah dan mutu itu tentu kita bisa tingkatkan pendidikan dan kesehatan di seluruh Indonesia.

Puskesmas di pulau-pulau terpencil, pulau terluar, pulau terdepan semestinya harus dibangun. Jadi tidak boleh ada satu komunitas sebuah pulau tidak ada puskesmasnya, mesti ada fasilitas kesehatan. Tidak ada sekolahnya, mesti ada fasilitas pendidikan. Disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada dis itu. Oleh karena itu sekali lagi Pak Gubernur tolong dicek apakah ada betul–betul pulau-pulai kecil yang sama sekali tidak ada fasilitas kesehatannya, tolong dirundingkan kembali dengan Menteri Kesehatan dan sekolah dengan Menteri Pendidikan.

Salah kita, kalau betul-betul ada anak-anak kita tidak bisa bersekolah. Kita juga salah, kalau ada yang sakit tidak bisa berobat karena di pulau itu tidak ada fasilitas kesehatan dan pendidikan. Ya tadi bapak guru sudah, puskessudah, alat bantu tangkap ikan, ada Pak Menteri disini. Saya kira kalau memberikan alat bantu tangkap ikan saya kira bisa di berikan sepert itu, ya?. Baiklah jadi yang Saudara sampaikan dan kita catat semua dan sekali lagi, semestinya secara bertahap kita perbaiki, mana yang dalam kemampuan Kabupaten, Provinsi di lakukan dan mana yang harus dibantu oleh pusat akan kita bagi terima kasih.

Sdri. Muhayati, Perempuan Pesisir Kabupaten Manggarai Barat
Nama saya, sebagai Ibu nelayan, kami perempuan pesisir Kabupaten Manggarai Barat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatiannya. Di mana kami telah mendapat pelatihan pemberdayaan perempuan pesisir dengan salah satu kegiatannya adalah pengolahan hasil perikanan. Namun kami mendapat kesulitan dalam memperoleh bahan baku. Karena hasil tangkapan nelayan tidak terkonsentrasi pada satu tempat, karena lokasi TPI sangat sempit.

Kami usulkan kepada Bapak Presiden untuk membangun pelabuhan perikanan bagi nelayan Kabupaten Manggarai Barat, sehingga bahan baku untuk usaha pengolahan ikan dapat tersedia di setiap saat dengan demikian usaha kami tidak putus.

Kedua kami mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada Bapak Presiden, karena kami kaum perempuan pesisir telah diberdayakan dari yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu. Terutama dari pengolahan hasil ikan. Selama ini kami kaum perempuan hanya dianggap sebagai kelompok masyarakat kelas dua, dan bukan sebagai kaum yang dapat menghasilkan penghasilan untuk keluarga. Untuk itu kami mohon kiranya, Bapak mau membantu kelompok kami dalam usaha pengolahan ikan, dengan peralatan yang kami butuhkan. Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullhi wabarrakatuh.

Sdr. Khairul Anwar, Kelompok Nelayan Bahari Lestari
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Bapak Presiden beserta rombongan yang kami muliakan. Alhamdulillah Bapak Presiden beserta rombongan telah tiba di Labuhan Bajo dengan selamat. Dan mudah-mudahan perjalanan Bapak Presiden selanjutnya beserta rombongan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Nama saya Khairul Anwar Utusan dari Kelompok Nelayan Bahari Lestari, Labuhan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

Bapak presiden yang kami muliakan, setelah Bapak Presiden dan seluruh rombongan melihat secara langsung kondisi kami yang ada di Kabupaten Manggarai Barat ini, maka dengan ini kami menyampaikan rasa hormat kami yang setinggi-tingginya dengan harapan kiranya Bapak Presiden mendengar keluhan kami selaku nelayan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat ini.

Karena masyarakat nelayan Kabupaten Manggarai Barat yang menyebar serta bermukim di luar Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo serta yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo. Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa yang pertama, kami masyarakat nelayan, masih sangat membutuhkan perhatian serius Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah, dalam memenuhi kebutuhan kami baik menyangkut sarana, maupun prasarana dalam menunjang kegiatan kami di laut.

Yang kedua, kami masyarakat nelayan sampai dengan hari ini masih dihadapkan oleh satu persoalan, dimana lahan serta wilayah pencaharian kami, yang dulunya tidak ada batasan dalam mencari hasil laut tapi sekarang sebagian telah ditutup. Dan ini sangat merugikan kami.

Yang ketiga, kami masyarakat nelayan, dengan adanya pembatasan dari pihak tertentu atas wilayah serta lahan garapan kami, tidak pernah memberikan solusi atau mata pencaharian alternatif lain kepada kami.

Yang keempat, kami masyarakat nelayan, tetap mempertanyakan seperti apa kehadiran sebab perusahaan terbatas, atau PT yang ikut mengelola Taman Nasional Komodo. Karena setahu kami nelayan, sebagai nelayan bahwa sebuah PT adalah suatu bentuk untuk mencari keuntungan dalam sebuah kegiatan. Maka dengan adanya pemahaman ini kami menilai bahwa, yang menjadi korban dari kegiatan mencari keuntungan tersebut, adalah masyarakat nelayan, baik yang bermukim di dalam kawasan, maupun yang bermukim di luar Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo.

Bapak Presiden beserta rombongan yang saya muliakan, berdasarkan keluhan-keluhan kami nelayan tersebut di atas, maka dengan ini kami memohon kepada Bapak Presiden, untuk yang pertama memberikan kepada kami sarana penangkapan ikan sesuai dengan yang kami butuhkan, seperti kapal nelayan skala kecil dan alat tangkap ramah lingkungan.

Ya kedua dengan adanya pembatasan atas wilayah, serta lahan perairan Kabupaten Manggarai Barat sekiranya perlu melihat atau meninjau kembali ketentuan-ketentuan serta cara pengelolaan-pengelolaan yang berlaku di Taman Nasional Komodo. Karena jauh sebelum Taman Nasional Komodo itu ditetapkan menjadi warisan dunia, masyarakat sudah bermukim dan beranakpinak.

Yang ketiga, kami masyarakat nelayan sangat berharap bahwa dalam mengurusi hajat hidup kami, tidak sepenuhnya dipikirkan oleh Departemen Perikanan dan Kelautan saja, akan tetapi Departemen Kehutanan juga peduli terhadap kami, selaku masyarakat nelayan, baik dalam kawasan maupun di luar kawasan Taman Nasioanl Komodo.

Demikian keluhan kami ini semoga keluhan-keluhan kami selaku kelompok masyarakat nelayan yang ada di kabupaten Manggarai Barat ini, menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden dan atas perhatian Bapak Presiden, kami atas nama Kelompok Nelayan Bahari Lestari Kabupaten Manggarai Barat, mengucapkan banyak terima kasih. Semoga Allah SWT tetap melimpahkan rahmat dan rohim-Nya dan senantiasa melindungi setiap langkah Bapak Presiden dalam mengemban amanat rakyat Republik Indonesia. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum warrahmatullhi wabarrakatuh.


Presiden Republik Indonesia

Apa sayang? Ada surat ya? Sini-sini dikawal Paspampres untuk saya, Bapak Presiden. Dari siapa? Darimana untuk Bapak Presiden. Saya baca nanti ya. Salam untuk mama dan papa ya. Baik, dari dua pembicara terakhir Ibu dan Bapak tadi, saya mendengarkannya dengan seksama, Ibu Negara atau istri saya mencatatnya semua, karena saya pikir itu juga masalah-masalah yang penting yang perlu saya tanggapi dan yang perlu kita carikan solusinya, kalau itu merupakan masalah yang dihadapi oleh Saudara-saudara.

Pertama ada Undang-undang yang berlaku di negeri kita ini, yang ada pembatasan wilayah lautan, tahun berapa UU itu ya?. Itu tahun sebelumnya ada kapling-kapling itu, kalau ngak salah itu sudah agak lama, itu yang membatasi atau yang mengatur wilayah-wilayah lautan kita. Memang saya mendengar banyak sekali keberatan begitu, mengapa harus dikapling ya, dengan demikian anggota DPR RI waktu itu juga mempertimbangkan aspek-aspek yang lain.

Oleh karena itu nanti Menteri Kelautan dan Perikanan apa yang disampaikan tadi, tolong dipastikan, apa isi dari Undang-Undang yang mengatur batas-batas wilayah lautan itu? Tujuannya apa? Kemudian setelah itu, apa yang dihadapi setelah undang-undang itu dijalankan. Karena, Indonesia negara kepulauan, juga negara daratan. Oleh karena itu, dalam pembagian wilayah konsepnya dulu, juga dilihat keutuhan dari daratan dan lautan itu. Dalam kontek itulah diadakan pembagian-pembagian wilayah daratan dan wilayah lautan.

Bahwa dalam kenyataannya tempat-tempat tertentu ternyata, ada kaitannya dengan kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan kita, tentu itu implikasi dari undang-undang itu, dan kalau itu menimbulkan permasalahan harus kita cari jalan keluarnya. Oleh karena itu Saudara Menteri Kelautan dan Perikanan telaah, terima, wadahi pendapat-pendapat itu, dan kemudian kalau ada masalah yang diakibatkan oleh itu bagaimana solusi yang dapat kita lakukan.

Kemudian kalau yang keadaan disini sendiri, seperti PT pengelola Pulau Komodo, saya justru ingin mendengar dalam kesempatan ini, boleh Pak Gubernur, Boleh Pak Bupati. Apa yang terjadi? Memang di seluruh dunia ini ada wilayah yang disebut dengan warisan atau heritage? Bukan hanya di negeri kita, di seluruh dunia dan itu dilindungi mendapatkan proteksi. Setelah kita tetapkan sebagai heritage sebagai warisan dunia, kalau ada masalah-masalah yang muncul tidak berarti kita biarkan masalah itu. Jadi saya ingin dengar nanti seperti apa ya, apakah kegiatan ekonomi lokal yang tidak bisa dijalankan karena status pulau komodo sebagai warisan, sebagai heritage lantas apa subtitusinya. Misalkan saya tidak tahu apa di sini ada ngak pertanian rumput laut dan apapun yang bisa sebagai pengganti dari kegiatan itu. Justru saya ingin dengar nanti, seperti apa. Tetapi yang jelas Pemerintah, Pemerintah Daerah utamanya dan kita, harus mencarikan solusi kalau ada masalah yang di hadapi oleh rakyat kita. Tempat pendaratan ikan, pelabuhan ikan, kita punya program Bapak/Ibu untuk membangun seperti itu. Sebagaimana saya katakan tadi, bertahap dilihat dulu masalahnya, oleh karena itu, karena malam ini masih di sini kita persilahkan Pak Bupati, Asosiasi dari nelayan di tempat ini, kemudian ada Pak Gubernur tolonglah bicarakan dengan Pak Menteri bagaimana yang bisa kita lakukan, tempat pendaratan ikan tadi, pelabuhan yang diperlukan.

Kalau untuk tangkap ikan Pak Menteri tolong dibantu nanti, yang bisa dalam bantuan kita Insya Allah kalau kita bantu. Dengan demikian, Ibu tadi bisa lebih meningkatkan kemampuannya untuk menangkap ikan. Yang dalam kemampuan kita, tentu kita akan bisa bantu, tapi yang mesti ada perencanaan, ada tahapan dikaitkan dengan APBN, APBD, tentu akan kita bicarakan termasuk baik seperti yang disarankan TPI tadi.

Saya persilahkan dulu Pak Gubernur, Pak Bupati menjelaskan masalah Komodo sebagai warisan tadi, pengelolaan Pulau Komodo dan dampak apa yang ditimbulkan kepada masyarakat lokal. Dengan demikian solusinya bagaimana. Kemudian nanti Saudara Menteri Kelautan dan Perikanan tolong jelaskan apa yang bisa kita bantukan untuk menambah peralatan tangkap ikan tadi termasuk kemungkinan meningkatkan kapasitas TPI atau pelabuhan perikanan tadi. Saya persilahkan. Terima kasih Saudara Bupati, Silahkan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Gubernur NTT

Baik Bapak Presiden, karena menyangkut masalah nasional heritage daripada Pulau Komodo dan perkembangannya detilnya kami persilahkan Saudara Bupati untuk menjelaskan dengan baik. Saya persilahkan.

Bupati Manggarai

Terima kasih Bapak Gubernur. Yang kami hormati Bapak Presiden Republik Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada kami, karena tugas kami memang setiap hari ada di laut ini. Dan kami sangat memahami sekali tentang apa yang ditanyakan oleh Saudara-saudara kami tadi Pak.

Pertama, kehadiran Taman Nasional Komodo itu dia di bawah Departemen Kehutanan Pak. Di bawah Departemen Kehutanan dan ini dibentuk dengan oleh Undang-Undang. Kemudian mengenai keterbatasan wilayah itu sudah diatur melalu Peraturan Daerah dan tidak pernah melarang menangkap ikan di dalam Taman Nasional Komodo. Yang dilarang jenis-jenis alat tangkap tertentu, seperti bom, cuba dengan beberapa jenis lagi yang menghancurkan karang atau rumah daripada biota laut itu. Jadi tidak pernah melarang masyarakat untuk menangkap ikan, tetapi alat tangkap tertentu yang menghancurkan rumah-rumah daripada ikan itu. Itu yang pertama.

Yang kedua, kehadiran PT Putri Naga Komodo. PT Putri Naga Komodo ini adalah salah satu lembaga ekonomi yang mendukung seluruh kegiatan Taman Nasional Komodo. Dia hadir berdasarkan ijin dari Menteri Kehutanan dan dia hanya mengurus dan mengatur di Lohliang, itu di Pulau Komodo dan di Lohbuaya bukan di semua tempat itu. Itu hanya ada di Lohliang dan di Lohbuaya. Jadi dia mengikut petunjuk dari Departemen Kehutanan atau dari Menteri Kehutanan. Dia tidak bebas. Disebut PT tapi tidak mengantongkan. Ini sudah dijelaskan berulang-ulang kali kepada kelompok-kelompok yang ada, baik di darat maupun di pulau-pulau. Sudah dijelaskan dan di forum DPRD juga sudah dijelaskan berulang-ulang bagaimana kehadiran Taman Nasional Komodo dan bagaimana kehadiran daripada PT Putri Naga Komodo.

Ada tiga komponen yang dikerahkan di laut ini, di Taman Nasional Komodo. Pertama, konservasi. Yang kedua, eco-tourisme. Yang ketiga, pemberdayaan masyarakat. Masyarakat yang ada di pulau-pulau sudah dibantu daya aspek pendidikan, sekolah, rumah guru, gedung sekolah itu sudah dibantu oleh Putri Naga Komodo, baik itu yang ada di Pulau Komodo, di Pulau Kukusan, di Pulau Rinca itu sudah dibantu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan dari mereka. Itu sebagai pemberdayaan masyarakat.

Dan pada tahun ini akan dibangun dermaga di Pulau Komodo oleh Pemerintah. Terima kasih kepada Bapak Presiden untuk bangun dermaga bagi masyarakat yang ada di Pulau Komodo. Jadi PT Putri Naga Komodo hanya mendukung kegiatan dari Taman Nasional Komodo Bapak Presiden. Jadi begitu karena kekurangan atau keterbatasan dana dari Pemerintah Pusat. Dan Taman Nasional memang menjadi tanggung jawab dari Pemerintahan Pusat. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Saudara Bupati. Terima kasih. Menteri Kelautan, saya persilakan.

Menteri Kelautan dan Perikanan
Terima kasih Bapak Presiden. Bapak Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono kami hormati, Bapak/Ibu sekalian, Khususnya masalah pelabuhan perikanan. Memang di seluruh tanah air ini kita kembangkan pelabuhan perikanan ini kita mulai secara bertahap. Jadi misalnya di Kabupaten kita mulai tempat pendaratan ikan, kemudian kita lihat kemungkinan pengembangannya seperti apa yang kita lihat disini sekarang. Ini masih berupa tempat pendaratan dimana kita akan lengkapi sekarang memiliki pabrik es mini, kita akan lengkapi dengan cool storage, kemudian kita kembangkan pelabuhannya sehingga itu menjadi pelabuhan perikanan. Jadi memang ada syarat-syaratnya untuk mengembangkan, ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui sehingga kita bisa melihat ke depan, dia bisa mendukung daerah. Dan ini memang sudah komitmen di seluruh Indonesia, termasuk sama bahan bakar, seperti disamping kita disini kita sudah dukung untuk adanya bahan bakar dimana para nelayan itu bisa langsung punya akses untuk mendapat bahan bakar.

Jadi ini yang kita lakukan Bapak Presiden, saat ini kita berusaha supaya seluruh tanah air ini, kita akan bangun pompa-pompa bensin hampir kurang-lebih 500 unit. Saat ini kita sudah bangun 142 unit, termasuk Kabupaten Manggarai kebagian pompa bahan bakar. Termasuk kapal-kapal 10 GT yang kita berikan itu memang sesuai dengan keinginan masyarakat. Sebenarnya keinginan kita ke depan, itu harus dikembangkan kapal yang lebih besar. Tapi kembali lagi Bapak Gubernur, kita selalu kembali keinginan masyarakat itu apa yang itu kita inginkan. Bapak-bapak ingin kapal yang kecil, 10 GT itu yang kita penuhi. Jadi ini yang kita berikan sekarang sebagai contoh yang kita berikan bantuan itu pun demikian.

Jadi pelabuhan perikanan pun akan kita kembangkan, mulai dari tempat pendaratan ikan, kita akan lengkapi fasilitasnya, cool storage. Sehingga Ibu-ibu tadi tidak kekurangan bahan baku. Saya tadi sudah lihat tempatnya, akan kita kembangkan terus mudah-mudahan Manggarai Barat ini akan memiliki pelabuhan perikanan yang cukup bagus. Memang dalam perencanaan ke depan. Anggaran yang kita berikan untuk seluruh Provinsi ini dalam rangka pengembangan perikanan ini cukup besar hampir 90 milyar. Dan yang tadi kita bagi itu baru separuh yang kita berikan kepada masyarakat untuk infrastruktur khususnya pelabuhan, cool storage dan sebagainya itu dikembangkan terus.

Jadi itu semua di dalam rencana kita ke depan tentu ada. Mudah-mudahan termasuk tadi permintaan Ibu alat tangkap dan sebagainya, kita akan bantu. Kita juga akan bantu dengan mesin pengolahan, mesin pengolahan ikan, sehingga Ibu-ibu juga bisa membuat abon dan sebagainya. Jadi itu yang kita akan kita kerjakan, sehingga tempat ini akan memiliki fasilitas itu semuanya. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia

Saudara-saudara yang disampaikan oleh Pak Menteri itu benar. Mengapa kita ingin meningkatkan kesejahteraan nelayan? Saya ini lahir di Kabupaten Pacitan, di pinggir pantai. Tetangga-tetangga saya nelayan. Saya tahu kadang-kadang kalau petani padi, itu meskipun bisa saja ada serangan hama, ada banjir, ada terlambat panen karena musim. Tetapi lebih pasti dibandingkan nelayan yang mencari, menangkap ikan di laut, karena memang tidak bisa kita duga kapan ikan itu datang banyak, kapan agak banyak dan kapan tidak datang. Oleh karena itulah, sejalan dengan keuangan negara, kita akan terus memprogramkan peningkatan kehidupan nelayan.

Saudara ingat, waktu ada kejadian kecelakaan Kapal Motor Senopati, masih ingat ya, yang di Utara Semarang. Itukan lima hari cuaca buruk sekali dari Badan Meteorologi dan Geofisika meramalkan, bahwa ombak besar sekali, tidak mungkin bisa dilakukan kegiatan penangkapan ikan, sehingga nelayan semua berhenti bekerja. Tengah malam saya menelpon Pak Fredy. Masih ingat. Pak Fredy tolong dicek kampung-kampung nelayan di daerah-daerah yang mengalami gangguan cuaca yang buruk itu bagaimana nasibnya, kalau memang harus dibantu, koordinasikan dengan Pak Gubernur, Pak Bupati. Karena kalau seminggu tidak bisa melaut lantas bagaimana keadaan rumah tangganya.

Kita berpikir seperti itu Saudara-saudara. Karena sekali lagi komunitas nelayan, masyarakat nelayan, salah satu masyarakat yang rawan di negeri ini. Oleh karena itu, secara bertahap kita lakukan penguatan, kita berikan bantuan-bantuan yang diperlukan. Saya persilakan Pak Menteri nanti Pak Gubernur untuk memikirkan apa yang bisa kita lakukan bantuan itu sekali lagi sesuai tahapan penganggaran kita. Kemudian penjelasan Pak Bupati. Terima kasih.

Saudara-saudara,
Saya menggarisbawahi untuk penyelamatan lingkungan. Saya pernah meninjau Sulawesi, saya pernah meninjau Riau dan saya memberikan teguran keras kepada mereka-mereka yang untuk mendapatkan sesuatu merusak lingkungan. Kalau lingkungan rusak, anak cucu kita dapat apa, kita tidak boleh egois hanya memikirkan kepentingan kita, kepentingan negeri kita ini, tapi nanti yang akan datang semuanya serba rusak, sehingga anak cucu kita menderita. Dulu penggundulan hutan luar biasa, seenaknya para pengusaha hutan, sebagian nakal. Akibatnya apa? Sekarang kita merasakan hutan-hutan gundul, sekarang kita merasakan banjir yang menderita kita. Kalau kita tidak perbaiki tanah air kita, hutan kita semuanya itu, anak cucu kita lebih menderita lagi. Ini juga soal bagaimana memelihara lingkungan.

Oleh karena itu, mari kita jaga lingkungan kita. Oleh karena itu, kalau aturannya sudah ada, mari kita penuhi. Jangan gunakan bom, jangan gunakan ini dan itu, tapi kalau Undang-Undang, kalau Peraturan Daerah membolehkan Saudara mencari nafkah disitu ya dilakukan mencari nafkah itu, ditegakkan Undang-Undang itu.

Kemudian PT Putri Naga Komodo ada aturannya. Jadi diikuti aturan itu. Disini ada DPRD, ada Pemerintah Daerah sama-sama dikontrol, diawasi agar PT itu mendatangkan maslahat bagi warisan itu, tapi juga mendatangkan maslahat bagi masyarakat sekitar. Demikian juga masyarakat, bagaimana bisa mendapatkan lapangan pencaharian dengan ditetapkannya Wilayah Pulau Komodo sesuatu sebagai Taman Nasional atau warisan yang oleh dunia dilindungi.

Saya kira setiap masalah bisa dicarikan solusinya, bisa dicarikan jalan keluarnya. Nanti saya juga ingin memanggil Menteri Kehutanan untuk mendapatkan penjelasan tentang pengelolaan ini semua. Konsekuensi ditetapkannya sebagai taman nasional warisan dan apa yang bisa dilakukan sekali lagi untuk masyarakat sekitar. Dengan ditetapkannya Wilayah Pulau Komodo sebagai taman nasional warisan itu, karena kalau memang wisatanya bagus, kemudian community develop-nya, pembangunan lingkungannya bagus, saya kira semuanya akan diuntungkan. Yang penting sekali lagi Saudara-saudara masyarakat sekitar harus ikut menikmati diberlakukannya sebagai kawasan wisata. Itu yang kita pastikan.

Dan Saudara-saudara. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, sampaikan salam saya untuk saudara-saudara yang lain yang tidak bisa hadir di tempat ini. Kami akan terus memikirkan, apa yang bisa kita tingkatkan untuk kesejahteraan rakyat kita. Selamat bekerja, selamat terus beribadah. Tuhan beserta kita.

Terima kasih.
Wasalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan